Nenek dalam Setiap Pulang
Pulang seharusnya selalu terasa hangat. Tempat di mana lelah berhenti, dan hati kembali utuh. Tapi bagaimana jika “Pulang” itu tidak lagi sama? Tentang rindu yang tidak pernah benar-benar pergi. Tentang seorang nenek yang dulu selalu ada dalam sapaan sederhana, dalam masakan hangat, dalam kehadiran yang sering dianggap biasa. Melalui potongan-potongan cerita yang jujur dan sederhana, Nenek dalam Setiap Pulang mengajak kita menyusuri kenangan tentang rumah, kehilangan, dan hal-hal kecil yang ternyata paling berarti. Karena pada akhirnya, kita akan mengerti… bahwa pulang bukan hanya soal tempat, melainkan tentang seseorang yang membuat kita ingin kembali.
-
Bab 1 Aroma Dapur yang Hilang
435 kata
-
Bab 2 Suara yang masih tertinggal
385 kata
-
Bab 3 Hari terakhir
335 kata
-
Bab 4 Setelah kepergian
346 kata
-
Bab 5 Belajar merelakan
398 kata
-
Bab 6 Menemukan jejak di kehidupan baru
377 kata
-
Bab 7 Rindu yang menjadi Do’a
408 kata
-
Bab 8 Warisan yang tak tertulis
415 kata
-
Bab 9 Percakapan yang tak pernah selesai
377 kata
-
Bab 10 Rindu yang menjadi Do’a
383 kata
-
Epilog
274 kata
