Bab 4 Bahagiamu, Tanpa Hadirku

Hari Minggu sore, aku duduk di teras rumah. Langit perlahan berubah jingga, burung-burung pulang ke sarangnya. Aku membuka ponsel, sekadar mencari kabar darinya. Sudah sejak siang aku tidak mendengar suaranya.

Di layar, aku melihat media sosialnya. Ia mengunggah foto—makanan ringan yang baru ia coba, disertai tulisan singkat: “Finally bisa nyoba juga, enak banget.” Ada emotikon tertawa, emotikon hati, dan komentar dari teman-temannya yang penuh candaan.

Aku terdiam. Senyum tipis muncul di bibirku, tapi bukan karena ikut bahagia. Lebih karena berusaha menutupi rasa perih yang tiba-tiba datang. Ia bisa tertawa, ia bisa menikmati hal-hal kecil seperti itu…

Aku menunggu pesannya, berharap ia akan bercerita langsung kepadaku. Tapi yang ada hanya sunyi. Ia sibuk dengan dunianya, sementara aku sibuk menahan rindu yang tak tahu harus dibawa ke mana.

Malamnya, aku mencoba mengajaknya mengobrol. Aku bertanya bagaimana harinya, apakah ia senang dengan hal-hal kecil yang ia lakukan tadi. Jawabannya singkat, sekadar “Iya, lumayan.” Lalu pembicaraan berhenti begitu saja.

Aku ingin sekali berkata bahwa aku rindu dilibatkan dalam kebahagiaannya. Aku ingin berkata bahwa aku juga ingin ada di sampingnya saat ia mencoba hal baru, tertawa bersama, merasakan hal sederhana tapi penuh arti. Tapi kata-kata itu hanya berputar di kepalaku, tak pernah keluar. Ada rasa takut—takut dianggap terlalu menuntut, terlalu manja, terlalu banyak meminta.

Akhirnya aku diam. Aku kembali menatap layar ponsel yang gelap, menunggu notifikasi yang tak kunjung datang.

Di dalam hatiku, aku tahu aku mencintainya. Aku ingin melihatnya bahagia. Tapi mengapa kebahagiaan itu terasa semakin jauh dariku? Seolah-olah aku hanyalah bayangan, yang hanya muncul ketika ia butuh tempat berkeluh kesah, lalu menghilang ketika ia tertawa.

Dan malam itu, di tengah kesunyian kamar, aku sadar: kebahagiaannya tidak selalu menyertakan aku di dalamnya.


Gimana, suka gak dengan tulisan ini?

Wah makasih 5 bintangnya!

Kasih tip buat penulis

qris

Makasih banyak tip nya ya!