Bab 19 Memilih Diriku

Pelan-pelan aku mulai mengerti, mencintai bukan hanya soal mempertahankan orang lain, tapi juga tentang mempertahankan diriku sendiri. Aku boleh saja mencintainya, tapi aku tidak boleh kehilangan harga diriku hanya karena ingin tetap di sisinya.

Aku mulai lebih banyak merawat diriku. Membaca, menulis, bekerja, mendekatkan diri pada keluarga. Aku mengisi waktu dengan hal-hal yang membuatku merasa berarti, bukan hanya menunggu seseorang yang entah peduli atau tidak. Dan semakin aku sibuk dengan diriku sendiri, semakin aku sadar bahwa ternyata aku bisa bertahan tanpa harus terus menggenggamnya.

Rasanya pahit, tapi juga melegakan. Untuk pertama kali setelah sekian lama, aku merasa diriku cukup—meski tanpa pelukan, meski tanpa kata-kata manis yang dulu sangat kurindukan.

Gimana, suka gak dengan tulisan ini?

Wah makasih 5 bintangnya!

Kasih tip buat penulis

qris

Makasih banyak tip nya ya!