Bab 18 Percakapan dengan Diri Sendiri
Suatu malam, aku benar-benar merasa runtuh. Aku duduk sendirian di kamar, menatap layar ponsel yang hening, berharap ada pesan yang masuk. Tapi tidak ada. Saat itulah aku mulai bicara pada diriku sendiri, lebih jujur daripada sebelumnya.
Aku bertanya: apa yang sebenarnya aku cari? Apakah aku ingin tetap memaksa hubungan ini bertahan, meski aku tahu aku tidak lagi bahagia? Atau aku ingin memberi kesempatan bagi diriku menemukan sesuatu yang lebih sehat, meski harus melepaskan?
Percakapan itu tidak memberiku jawaban instan. Tapi ia memberiku satu hal penting: keberanian untuk melihat diriku sendiri. Aku tidak lagi menutup mata. Aku tidak lagi menyangkal rasa sakit. Dan itu, bagi diriku yang dulu selalu pura-pura kuat, adalah langkah besar.
Kasih tip buat penulis
