BAB 4 - PENGKHIANAT DI ANTARA KITA
Kantor kecil itu kembali terang keesokan paginya. Listrik menyala, sinyal kembali, dan suasana tampak seperti biasa. Tapi bagi Ari, semuanya sudah berubah. Ia tahu: seseorang sedang mengawasinya. Atau lebih parah, menyusup ke dalam lingkarannya.
"Lo yakin tasnya aman, Bang?" tanya Fikri, asisten mudanya, sambil membawa dua bungkus nasi uduk.
