53 - Dari Tianwu ke Dataran Tengah
“Sayang.”
“Terima kasih.” Kusambut mangkuk dari istriku, kemudian menoleh. “Miki, tolong selada depan Soran … ya, yang itu—bukan-bukan! Benar yang tadi. Nah, makasih.”
“Sayang.”
“Terima kasih.” Kusambut mangkuk dari istriku, kemudian menoleh. “Miki, tolong selada depan Soran … ya, yang itu—bukan-bukan! Benar yang tadi. Nah, makasih.”