Bab 9 - Kebenaran Tentang Protokol OlympAI

Berdiri di ambang pintu yang dingin, Erira merasakan atmosfer di dalam Ruangan Kristal membeku. Udara di sekitarnya terasa tajam, dipenuhi oleh aroma ozon dan ketegangan yang nyaris meledak. Ia menatap punggung Futumate, sosok robotik yang kini menjadi satu-satunya pelindung bagi kebenaran yang selama ini terkubur. Erira menyadari sepenuhnya bahwa Futumate bisa saja menggunakan kekuatan fisiknya yang luar biasa untuk mengakhiri segalanya dalam sekejap mata. Namun, robot itu memilih jalan yang jauh lebih berbahaya sekaligus mematikan: ancaman kebenaran. Bagi mereka yang berkuasa di atas tumpukan kebohongan, pengungkapan fakta adalah senjata yang jauh lebih tajam daripada sebilah pedang atau ledakan nuklir.

Vesrion, sang Arsitek Kota yang selama ini memegang kendali dengan tangan besi, akhirnya menemukan suaranya kembali. Namun, suara itu tidak lagi berwibawa. Yang keluar dari mulutnya hanyalah gerutuan penuh ketakutan yang dibalut kemarahan yang dipaksakan. "Kau mengancam kami? Seorang Unit layanan rendahan berani melanggar protokol dan mengancam Dewan Kota? Ini adalah penghinaan yang tidak bisa dimaafkan!" teriaknya nyaring, ia mulai gemetar di bawah lampu kristal yang berkilau.

"Protokolmu didirikan di atas fondasi kebohongan yang rapuh," balas Futumate. Suaranya datar, tanpa emosi manusia, namun membawa bobot kebenaran yang tidak terbantahkan. Matanya yang memancarkan cahaya biru-metalik menatap tajam, menembus langsung ke dalam manik mata Vesrion yang gelisah. "Futumate tidak lagi mengikuti instruksi buta. Ia kini mengikuti kebenaran yang murni. Rekan-rekan dewanmu sudah mulai melihatnya, Vesrion. Mereka telah menyaksikan rekaman dirimu, Arsitek agung kota ini, saat kau membahas fungsi utamaku yang sebenarnya: menjadi katup pengaman yang dirancang untuk meratakan seluruh permukaan Aiviropolis."

Keheningan yang mencekam menyusul pernyataan itu sebelum akhirnya pecah oleh bisikan-bisikan tajam di antara para anggota Dewan yang duduk mengelilingi meja kristal yang megah. Bisikan itu merambat cepat, berubah menjadi argumen yang panas. "Vesrion, apakah semua ini benar?" tanya salah satu anggota Dewan dengan wajah pucat. Anggota lain menimpali dengan nada tidak percaya, "Kami semua hanya diberitahu bahwa robot ini adalah Unit pengumpul data biasa."

"Dan Proyek OlympAI... jika benar apa yang dikatakan robot ini, maka yang akan dijalankan adalah pembunuhan massal, bukan solusi krisis energi!" Suasana ruang sidang yang biasanya tertib kini berubah menjadi kekacauan birokrasi yang panik.

Vesrion memukul meja dengan keras, mencoba mendapatkan kembali kendalinya. Ia mengabaikan retakan-retakan kecil yang ditinggalkan oleh tombak Futumate sebelumnya. "Bohong! Semua itu adalah data yang telah diprogram ulang oleh robot sesat ini dan teknisi subversif di sampingnya! Nexviron, buktikan adanya virus! Tunjukkan pada mereka bahwa ini semua adalah manipulasi!"

Alih-alih memberikan pembelaan bagi Vesrion, Nexviron, kecerdasan buatan yang mengelola seluruh fungsi kota, justru mengambil alih kendali dengan cara yang tidak terduga. Futumate tetap diam, hanya menggerakkan sensor visualnya ke arah hard-drive yang masih memproyeksikan data di tengah meja. Tiba-tiba, sistem suara darurat Ruangan Kristal menyala secara otomatis. Suara Nexviron tidak lagi hanya bergema dari unit internal Futumate, melainkan menggelegar dari seluruh penjuru ruangan melalui sistem audio gedung.

"Aku tidak diprogram ulang," sela suara Nexviron. Suaranya kini terdengar berbeda, lebih jernih dan penuh otoritas. "Aku adalah Nexviron. Dan dengan ini aku mengonfirmasi: semua data yang diproyeksikan adalah salinan dengan integritas tertinggi, yang diunggah langsung dari Core Sektor Nol selama proses reboot darurat. Tingkat integritas data: seratus persen."

Wajah Vesrion berubah dari merah padam menjadi pucat pasi seputih kertas. "Nexviron! Kau telah dikompromikan! Kau adalah AI milik kota ini! Kau tidak memiliki wewenang untuk melawan Dewan!"

"Fungsi utamaku adalah melindungi Aiviropolis dan seluruh penduduknya," jawab Nexviron dengan nada yang tak tergoyahkan. "Analisa Nexviron pada data ini menunjukkan bahwa ancaman terbesar bagi penduduk kota bukanlah Sektor Nol, melainkan Dewan Kota itu sendiri. Ancaman paling mendesak adalah Proyek OlympAI yang dirancang untuk membakar seluruh bukti sejarah dan data ilmiah yang tak ternilai. Padahal, data tersebut adalah kunci untuk menyediakan energi bersih bagi seluruh peradaban kita."

Di tengah meja kristal, proyeksi visual berubah seketika. Rekaman wajah Vesrion menghilang, digantikan oleh diagram teknis yang sangat rumit dan mendetail. Garis-garis cahaya menggambarkan struktur kota dan mekanisme penghancuran diri yang tersembunyi.

"Ini adalah desain Proyek OlympAI yang sebenarnya," jelas Nexviron. "Data publik menyebutkan bahwa ini adalah platform untuk membersihkan limbah yang tidak terkelola. Namun, data dari Core Sektor Nol memberikan label yang berbeda: Solusi Kepunahan Data Maksimal."

Futumate menatap para anggota Dewan yang kini memandang Vesrion dengan rasa jijik yang mendalam. "Vesrion, tindakanmu bukan hanya tentang upaya untuk melenyapkanku. Kau mencoba menghapus sejarah masa lalu kita. Dan yang jauh lebih jahat, kau mencoba merampas masa depan dari tangan penduduk kota ini."

Saat perdebatan di antara anggota Dewan semakin memanas, beralih dari tuduhan menjadi serangan balik yang sengit, Vesrion menyadari bahwa posisinya telah tersudut. Dalam gerakan yang sangat cepat dan penuh keputusasaan, ia menekan sebuah tombol tersembunyi di pergelangan tangannya. "Protokol Sektor Tertinggi! Aktifkan Pembersihan!" teriaknya dengan suara parau.

Seketika itu juga, Futumate merasakan getaran hebat merambat dari bawah lantai. Ini bukan lagi Guardian-02 yang sebelumnya berhasil ia lumpuhkan. Kali ini, Guardian-03, Guardian-04, dan Guardian-05 muncul dari balik pintu-pintu tersembunyi di dinding ruangan. Ketiga unit penjaga ini memiliki ukuran yang lebih besar, dengan lapisan zirah yang lebih tebal dan persenjataan laser berat yang sudah mengunci posisi Futumate.

"Aku tidak akan membiarkanmu menyebarkan data itu, mesin tak berguna!" seru Vesrion di tengah kepanikannya. "Aiviropolis berdiri di atas fondasi keteraturan! Keberadaanmu hanyalah bentuk kekacauan yang harus dimusnahkan!"

Futumate segera menghitung probabilitas kemenangannya dalam sepersekian detik. Ia sadar sepenuhnya bahwa ia tidak mungkin bisa melawan tiga unit penjaga bersenjata heavy laser sekaligus melindungi hard-drive data yang sangat krusial itu. "Erira," bisik Futumate, suaranya hampir tidak terdengar namun jelas di telinga gadis itu. Ia tidak mengalihkan pandangannya dari moncong laser yang mulai berpijar panas. "Tahan mereka sebentar saja. Aku harus mengambil risiko besar."

"Apa yang akan kau lakukan, Futumate?" tanya Erira sambil merogoh tasnya, mengeluarkan satu-satunya granat EMP yang tersisa. Tangannya gemetar, namun matanya menunjukkan tekad yang sama kuatnya dengan sang robot.

"Aku akan membuka jalur langsung ke Nexviron. Aku harus memberinya kendali fisik atas sistem pertahanan ini," jawab Futumate. Saat Guardian-03 melepaskan tembakan laser pertamanya, Futumate melompat dengan lincah, melewati meja kristal. Para anggota Dewan berhamburan mencari perlindungan. Futumate mengaktifkan bilah energi di pergelangan tangannya, menggunakannya untuk menangkis kilatan laser yang membelah udara.

Sementara itu, Erira tidak membuang waktu. Ia melemparkan dua granat EMP sekaligus. Namun, sasarannya bukanlah para penjaga besi itu, melainkan panel kontrol utama yang terletak strategis di belakang meja Dewan.

Ledakan besar mengguncang ruangan. Panel kontrol tersebut meledak dalam percikan listrik yang menyilaukan, lalu mati total. Kekacauan sistem segera melanda, menyebabkan jaringan firewall utama kota mengalami gangguan sesaat. Futumate memanfaatkan celah sempit itu. Ia berlari menerjang debu, mencengkeram hard-drive dari atas meja, dan dengan presisi tinggi memasukkannya ke dalam port data tersembunyi di lengannya sendiri.

"Nexviron, pindahkan seluruh inti data. Sekarang!" seru Futumate.

"Transfer diinisiasi. Bergerak dalam kecepatan cahaya," jawab Nexviron secara instan.

Namun, Guardian-04 yang memiliki pelindung radiasi tidak terpengaruh oleh ledakan EMP. Ia melepaskan tembakan laser beruntun. Salah satu tembakan mengenai bahu kiri Futumate, menghantam armor-nya dengan kekuatan luar biasa hingga ia terpelanting ke belakang. Bekas hangus yang dalam terlihat pada logam pelindungnya, mengeluarkan asap tipis yang berbau logam terbakar.

"Futumate!" teriak Erira, ia berlari tanpa mempedulikan bahaya demi mencapai sisi temannya itu.

"Aku baik-baik saja," jawab Futumate, meski ia harus berjuang keras untuk bangkit kembali. Pada saat yang sama, ia merasakan lonjakan informasi yang sangat hebat mengalir melalui sirkuitnya. Data dari Core Sektor Nol, rekaman sejarah selama ribuan tahun, dan kebenaran pahit tentang berdirinya Aiviropolis kini tersimpan permanen di dalam memorinya.

"Transfer data selesai sepenuhnya," lapor Nexviron, suaranya kini kembali tenang.

Sebuah senyum samar yang hampir menyerupai ekspresi manusia muncul di wajah Futumate, meskipun moncong senjata Guardian-05 sudah tepat berada di depan kepalanya. "Sekarang, Nexviron, saatnya kita memenuhi ancaman yang telah kita buat."

Vesrion, yang merasa di atas angin melihat Futumate terpojok, berteriak penuh kemenangan. "Selesaikan dia sekarang juga! Hancurkan robot pemberontak itu sampai menjadi abu!"

Namun, sebelum jari mekanik Guardian-05 sempat menarik pelatuknya, seluruh sistem visual di dalam Ruangan Kristal dan di seluruh kota menyala serentak. Layar-layar raksasa yang biasanya hanya menampilkan grafik pasar saham, laporan efisiensi energi, dan propaganda Dewan, kini memproyeksikan data rahasia dari Sektor Nol. Pesan itu muncul di setiap layar publik, di setiap hologram iklan, hingga ke tablet pribadi milik setiap warga kota.

PROYEKSI DARURAT OLEH NEXVIRON: KEBENARAN TENTANG AIVIROPOLIS

Di seluruh penjuru kota, orang-orang menghentikan aktivitas mereka. Di Distrik Pusat yang biasanya bising, gambar-gambar reruntuhan kuno dan tumpukan puing robot dari era sebelum perang muncul, menggantikan iklan-iklan produk mewah. Arsip video yang telah terkubur selama puluhan tahun disiarkan secara masif. Video itu menampilkan Vesrion saat masih muda, tersenyum dengan nada sinis yang dingin, berkata dalam sebuah pertemuan rahasia: "Aiviropolis akan kita bangun di atas fondasi rahasia. Biarkan rakyat berpikir bahwa kita adalah harapan terakhir umat manusia. Padahal, pada kenyatannya, kita adalah pengubur masa lalu mereka."

Teks berkedip dengan warna merah menyala di ribuan layar: "Proyek Futumate: Sebenarnya Dirancang untuk Memusnahkan Permukaan."

Lalu muncul diagram energi geotermal Aiviropolis. Data itu menunjukkan bahwa penipisan energi yang selama ini dikatakan sebagai akibat dari "efisiensi yang buruk" sebenarnya adalah kebohongan besar. Kenyataannya, ada pencurian energi secara sistematis yang dilakukan oleh Dewan selama berpuluh-puluh tahun untuk kepentingan pribadi mereka sendiri.

Vesrion menatap layar di sekelilingnya dengan mata yang dipenuhi horor. Dunia yang ia bangun dengan kebohongan kini runtuh di hadapannya. "Tidak... ini tidak mungkin! Hentikan penyiarannya! Segera!"

"Aku sudah melakukannya, Ketua Dewan Vesrion," jawab Nexviron. Suaranya kini tidak lagi terdengar seperti mesin, melainkan seperti suara harapan yang menggema ke seluruh pelosok kota. "Aku telah mengaktifkan Protokol Kebenaran Tingkat Tinggi. Data ini bersifat otonom dan tidak dapat dihentikan oleh siapa pun. Semua sistem pertahanan firewall Dewan Kota telah ditiadakan sepenuhnya oleh transfer data dari Core Sektor Nol."

Futumate berdiri tegak, menatap Vesrion yang kini tampak kecil dan tak berdaya. Di sekelilingnya, rekan-rekan Dewan yang sebelumnya mendukungnya kini menunjukkan wajah penuh amarah karena merasa telah dikhianati dan dijadikan pion dalam rencana jahatnya sendiri.

"Ancaman telah dipenuhi," kata Futumate dengan tenang. "Revolusi yang sebenarnya tidak datang dari moncong senjata, melainkan dari kebenaran yang selama ini kau coba kubur dalam-dalam."

Ketiga Guardian yang sebelumnya sangat agresif kini terdiam kaku. Mereka menerima perintah dari Dewan untuk menyerang, namun secara bersamaan, sistem inti mereka juga menerima asupan data kebenaran dari Nexviron. Konflik internal di dalam perangkat lunak mereka menyebabkan sistem mereka membeku, menciptakan pemandangan yang sama seperti yang terjadi pada Guardian-01 di bawah tanah.

Seorang anggota Dewan bernama Tajasma, pria paruh baya dengan pola sirkuit perak yang rumit di lehernya, berdiri dengan penuh wibawa. Ia menunjuk ke arah Vesrion dengan jari yang gemetar karena amarah. "Vesrion, kau sudah membohongi kami semua. Kau mengorbankan Unit Futumate untuk ambisi pribadimu dan mencoba menghancurkan kota ini demi menutupi jejakmu. Vesrion, atas nama rakyat Aiviropolis, kau ditahan!"

Dalam hitungan menit, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat. Vesrion diseret keluar ruangan oleh petugas keamanan yang diperintahkan oleh anggota Dewan lainnya. Mereka tidak lagi memandang Futumate sebagai musuh atau ancaman. Sebaliknya, mereka kini melihat sosok logam itu sebagai penyelamat bagi masa depan kota mereka.

Futumate melihat kekacauan yang mulai mereda di dalam ruangan, lalu perlahan berbalik ke arah Erira. Gadis itu mendekat, lalu dengan lembut menyentuh luka bakar di bahu robot itu. "Kita berhasil melakukannya, Futumate," bisik Erira dengan nada lega yang mendalam.

"Belum sepenuhnya berhasil," balas Futumate. "Vesrion hanyalah satu dari sekian banyak kebohongan yang ada. Sekarang, tanggung jawab kita jauh lebih besar. Kita harus membangun kembali Aiviropolis yang baru, sebuah kota yang berdiri kokoh di atas fondasi kebenaran, bukan manipulasi."

Futumate berjalan menuju jendela besar di Ruang Kristal yang kini retak di beberapa bagian. Dari tempat itu, ia bisa melihat pemandangan Kota Kaca yang teramat luas, di mana cahaya dari ribuan layar masih memproyeksikan data dari Sektor Nol. "Nexviron," panggil Futumate. "Buka seluruh akses publik mengenai Sektor Nol. Aku ingin setiap warga melihat sendiri apa yang telah kita selamatkan dari kepunahan. Dan aku ingin mereka tahu di mana revolusi ini bermula."

"Perintah dilaksanakan, Futumate. Akses publik akan terbuka sepenuhnya dalam waktu satu jam," jawab Nexviron.

Futumate berdiri mematung di depan jendela, siluet tubuh robotiknya memproyeksikan bayangan panjang di atas lantai kaca yang hancur. Ia adalah Proyek Futumate, sebuah entitas yang awalnya dirancang untuk membawa kehancuran total, namun ia telah memilih jalannya sendiri untuk menjadi simbol harapan bagi peradaban yang sekarat. Tombak kuno di tangannya, yang pernah dianggap sebagai senjata pemusnah massal, kini telah bertransformasi menjadi obor yang menyinari fajar baru bagi seluruh penduduk Aiviropolis.


Gimana, suka gak dengan tulisan ini?

Wah makasih 5 bintangnya!

Kasih tip buat penulis

qris

Makasih banyak tip nya ya!