Bab 9 TIDAK SEMUA ORANG AKAN MEMAHAMIMU

Salah satu rasa kecewa terbesar dalam hidup adalah ketika kita merasa tidak dimengerti.

Kita sudah berusaha menjelaskan isi hati,namun orang lain tetap salah paham.

Kita sedang berjuang sekuat mungkin,namun orang lain hanya melihat hasil akhirnya.

Mereka melihat kita tersenyum,lalu mengira hidup kita baik-baik saja.

Mereka melihat kita diam,lalu menganggap kita tidak peduli.Padahal ada banyak hal yang sebenarnya tidak pernah berhasil kita ucapkan.

Dan pada akhirnya,karena terlalu lelah menjelaskan semuanya,kita memilih diam.

Semakin dewasa,kamu akan sadar bahwa tidak semua orang mampu memahami dirimu.

Tidak semua orang mengerti bagaimana rasanya menjadi kamu.
Tidak semua orang tahu seberapa berat isi kepalamu setiap malam.
Tidak semua orang tahu perjuangan yang kamu sembunyikan di balik senyum.
Tidak semua orang tahu berapa kali kamu hampir menyerah namun tetap memaksa diri untuk bertahan.

Ada luka yang tidak terlihat.
Ada rasa takut yang tidak pernah diucapkan.
Ada tangisan yang sengaja disembunyikan agar dunia tetap melihat kita sebagai seseorang yang kuat.

Namun dunia memang sering menilai hanya dari apa yang terlihat.Kalau kamu jarang mengeluh,orang menganggap hidupmu mudah.Kalau kamu tetap tertawa,orang mengira kamu tidak punya masalah.

Padahal mungkin,kamu hanya terlalu lelah untuk menjelaskan semuanya.Kadang manusia berharap ada seseorang yang mampu mengerti tanpa perlu banyak penjelasan.

Seseorang yang cukup peka untuk memahami bahwa di balik kata “aku gapapa” sebenarnya ada hati yang sedang penuh sesak.

Namun kenyataannya,manusia hanya memahami sebatas apa yang pernah mereka rasakan.

Orang yang belum pernah kehilangan mungkin tidak akan benar-benar mengerti rasa hancurnya ditinggalkan.

Orang yang belum pernah berjuang sendirian mungkin tidak akan memahami bagaimana lelahnya bertahan tanpa dukungan siapa pun.

Dan itu bukan salah mereka.Karena setiap manusia hidup dengan pengalaman yang berbeda.

Itulah kenapa kamu tidak perlu terlalu kecewa ketika ada orang yang gagal memahami perjuanganmu.

Mereka tidak hidup di kepalamu.
Mereka tidak menjalani hari-hari yang kamu lalui.
Mereka tidak merasakan semua rasa takut yang diam-diam kamu tahan sendirian.

Dan itu tidak membuat perjuanganmu menjadi tidak nyata.

Apa yang kamu rasakan tetap valid.
Apa yang kamu perjuangkan tetap berarti,meski tidak semua orang melihatnya.

Ada masa di mana kamu akan merasa sangat sendirian meski berada di tengah banyak orang.Kamu tertawa bersama mereka,
namun di dalam hati tetap merasa kosong.Kamu berbicara seperti biasa,namun sebenarnya sedang sangat lelah.

Dan itu adalah rasa sepi yang paling sulit dijelaskan.Bukan sepi karena tidak punya siapa-siapa.Namun sepi karena merasa tidak benar-benar dipahami.

Kadang hati memang lelah karena terlalu lama menyimpan semuanya sendiri.Terlalu sering berpura-pura kuat.

Terlalu sering menenangkan orang lain.
Terlalu sering berkata “aku baik-baik saja” demi menghindari pertanyaan panjang.

Sampai akhirnya diri sendiri lupa bagaimana rasanya benar-benar didengarkan.Namun dari semua itu,
hidup perlahan mengajarkan satu hal penting:

Tidak semua orang akan tinggal.
Tidak semua orang akan mengerti.
Tidak semua orang akan mendukungmu.

Dan itu tidak apa-apa.Karena hidup memang tidak mengharuskan semua orang memahami kita.Yang lebih penting adalah bagaimana kita tetap memahami diri sendiri.Jangan sampai karena terlalu ingin diterima,
kamu mulai mengubah dirimu menjadi seseorang yang bukan dirimu.Jangan sampai karena takut dianggap berbeda,
kamu memaksa diri memakai topeng setiap hari.Karena jika kamu terus hidup demi menyenangkan semua orang,
suatu hari nanti kamu akan kehilangan dirimu sendiri.Dan kehilangan diri sendiri jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan orang lain.

Tetaplah jadi dirimu.
Tidak perlu menjadi sempurna agar diterima.
Tidak perlu mengubah seluruh dirimu hanya agar disukai.

Orang yang tepat akan mengerti tanpa perlu terlalu banyak penjelasan.Mereka mungkin tidak memahami seluruh luka yang kamu rasakan,namun mereka tidak akan membuatmu merasa sendirian saat menghadapinya.

Dan yang paling penting: Meski dunia kadang gagal memahamimu,jangan sampai kamu ikut berhenti memahami dirimu sendiri.

Dengarkan hatimu.
Pahami lelahmu.
Hargai perjuanganmu.

Karena sering kali,satu-satunya orang yang benar-benar tahu seberapa keras dirimu bertahan adalah dirimu sendiri.

Dan itu sudah lebih dari cukup.


Gimana, suka gak dengan tulisan ini?

Wah makasih 5 bintangnya!

Kasih tip buat penulis

qris

Makasih banyak tip nya ya!