Bab 6 ISTIRAHAT BUKAN BERARTI MENYERAH

Ada masa di mana seseorang terlalu lelah untuk menjelaskan apa yang sedang dirasakannya.Bukan karena tidak ingin bercerita.Namun karena dirinya sendiri sudah bingung harus mulai dari mana.

Capek secara fisik.
Capek secara mental.
Capek karena terlalu lama berpura-pura kuat di depan banyak orang.

Dan yang paling melelahkan,
kadang kita tetap harus terlihat baik-baik saja meski sebenarnya hati sudah hampir runtuh.

Dunia memang sering menuntut manusia untuk terus berjalan.

Harus produktif.
Harus kuat.
Harus cepat bangkit.
Harus selalu punya energi untuk mengejar sesuatu.

Sampai akhirnya banyak orang lupa bahwa dirinya juga manusia.

Bukan mesin.
Kita punya batas.
Punya rasa lelah.

Punya hati yang bisa sesak jika terlalu lama memendam semuanya sendiri.Namun anehnya,istirahat sering dianggap sebagai kelemahan.

Kalau berhenti sebentar dianggap malas.
Kalau terlihat lelah dianggap tidak mampu.
Kalau memilih menenangkan diri dianggap tidak punya semangat hidup.

Padahal tidak ada manusia yang bisa terus kuat tanpa jeda.Bahkan langit pun punya waktunya hujan.
Laut pun punya ombak tenang dan ombak besar.Jadi kenapa manusia terus memaksa dirinya harus kuat setiap waktu?

Tidak semua hari harus produktif.
Tidak semua waktu harus dipenuhi pencapaian.

Kadang tubuhmu hanya butuh tidur lebih lama.
Kadang pikiranmu hanya butuh didengarkan.
Kadang hatimu hanya butuh dipeluk oleh dirimu sendiri.

Dan itu tidak salah. Kita hidup di dunia yang terlalu sibuk mengejar hasil,sampai lupa bahwa kesehatan hati dan pikiran juga penting.

Ada orang yang terlihat sukses,namun diam-diam kehilangan dirinya sendiri.
Ada yang terus bekerja tanpa henti,namun setiap malam merasa kosong.

Karena manusia bukan hanya butuh uang dan pencapaian.Manusia juga butuh tenang.Butuh merasa cukup.
Butuh merasa hidupnya tidak hanya tentang bertahan dari rasa lelah.

Kadang istirahat adalah bentuk paling tulus dari mencintai diri sendiri.Karena seseorang yang terus memaksa dirinya tanpa jeda,
pada akhirnya akan hancur perlahan.Banyak orang tidak sadar bahwa dirinya sudah terlalu lelah.Mereka tetap berjalan meski hati sudah penuh sesak.
Tetap tersenyum meski pikirannya berisik.
Tetap membantu orang lain meski dirinya sendiri hampir tenggelam.Dan semua itu perlahan menguras jiwa.

Sampai akhirnya satu hal kecil saja mampu membuat seseorang menangis tanpa alasan yang jelas.Bukan karena masalah kecil itu besar.Namun karena dirinya sudah terlalu lama menahan semuanya sendiri.Kalau hari ini kamu merasa lelah,beristirahatlah.Tidak apa-apa.

Dunia tidak akan berhenti hanya karena kamu mengambil waktu untuk menenangkan diri.Pergilah sebentar dari hal-hal yang membuatmu sesak.

Matikan ponselmu sejenak.
Dengarkan lagu favoritmu.
Minum minuman hangat.
Tidur lebih awal.
Lihat langit sore tanpa memikirkan apa pun.
Biarkan dirimu bernapas.Karena selama ini mungkin kamu terlalu sibuk bertahan,
sampai lupa bagaimana rasanya hidup dengan tenang.Belajarlah memberi ruang untuk dirimu sendiri.Tidak perlu selalu tersedia untuk semua orang.Tidak perlu selalu memaksakan diri terlihat kuat.
Kadang mengatakan,“aku lelah”juga bentuk keberanian.Sebab menerima bahwa diri sendiri sedang tidak baik-baik saja bukan kelemahan.Itu adalah bentuk kejujuran paling manusiawi.Jangan merasa bersalah karena memilih istirahat.

Kamu tidak malas hanya karena ingin tenang.
Kamu tidak gagal hanya karena berjalan lebih pelan.

Karena hidup bukan tentang siapa yang paling sibuk.Bukan juga tentang siapa yang paling cepat mencapai semuanya.Namun tentang siapa yang mampu menjaga dirinya tetap utuh di tengah kerasnya hidup.

Dan percaya atau tidak,menjaga diri sendiri tetap waras di dunia yang melelahkan ini juga sebuah pencapaian besar.Jadi sembuhkan dirimu perlahan.Tidak perlu buru-buru.Luka tidak selalu harus segera hilang.Beberapa rasa sakit memang membutuhkan waktu untuk benar-benar tenang.Dan itu tidak apa-apa.Karena manusia bukan diciptakan untuk selalu kuat.Manusia juga butuh istirahat.Butuh dipeluk.
Butuh merasa bahwa dirinya tidak harus sempurna setiap saat.Kalau hari ini kamu memilih berhenti sebentar untuk bernapas,itu bukan berarti kamu menyerah.Itu berarti kamu sedang belajar bertahan dengan cara yang lebih sehat.

Dan itu jauh lebih penting.


Gimana, suka gak dengan tulisan ini?

Wah makasih 5 bintangnya!

Kasih tip buat penulis

qris

Makasih banyak tip nya ya!