Bab 1 HIDUP TIDAK SELALU ADIL
Sejak kecil kita diajarkan bahwa jika kita menjadi orang baik, hidup akan berjalan baik juga. Kalau kita rajin, kita akan berhasil. Kalau kita sabar, semuanya akan indah pada waktunya.
Tapi semakin dewasa, kita mulai sadar bahwa hidup tidak sesederhana itu.
Ada orang yang sudah berjuang mati-matian, tapi tetap gagal. Ada orang yang jujur, tapi justru sering dimanfaatkan. Ada orang yang tulus, tapi malah ditinggalkan.
Dan di titik tertentu, kita mulai bertanya: “Kenapa hidup seberat ini?”
Kita melihat orang lain terlihat bahagia. Mereka tertawa, jalan-jalan, punya pasangan yang baik, pekerjaan bagus, keluarga harmonis. Sedangkan kita masih sibuk melawan pikiran sendiri.
Kadang rasanya dunia pilih kasih.
Namun satu hal yang perlu dipahami: setiap manusia membawa bebannya masing-masing.
Orang yang terlihat paling bahagia pun belum tentu benar-benar baik-baik saja. Beberapa orang hanya pandai menyembunyikan luka.
Kita hidup di zaman di mana semua orang memperlihatkan senyumnya, tapi menyimpan tangisnya rapat-rapat.
Karena itu, jangan terlalu cepat iri pada kehidupan orang lain. Kamu hanya melihat cuplikan hidup mereka, bukan seluruh ceritanya.
Hidup memang tidak selalu adil. Tapi hidup juga tidak selalu kejam.
Ada banyak hal yang mungkin belum kamu sadari: beberapa kegagalan menyelamatkanmu dari jalan yang salah. Beberapa kehilangan membuatmu lebih kuat. Dan beberapa rasa sakit diam-diam membentuk dirimu menjadi seseorang yang lebih dewasa.
Kadang kita terlalu fokus pada apa yang hilang, sampai lupa menghargai apa yang masih kita punya.
Kamu mungkin belum punya hidup sempurna. Tapi kamu masih punya kesempatan. Masih punya waktu. Masih punya harapan.
Dan selama itu masih ada, semuanya belum selesai.
Kasih tip buat penulis
