Bab 1
Kamu tahu apa arti merindu dalam kehidupanku?
Pastinya kamu berpikir kalau aku merindukan kekasihku saat kami tidak bertemu satu atau dua hari,atau mungkin satu Minggu?.
Rindu,,,aku merindukan kaisar yang telah hilang cintanya untukku bersama angin yang datang bersama rintik hujan pada bulan Agustus tahun lalu.
Kaisar Mahendra.Nama kekasih yang aku cintai.Dia tak pernah menunjukan bagaimana caranya menyayangiku,tapi aku tahu cintanya sangat besar untuku.Bagaimana saat dia menatap mataku dengan lembut,tangan besarnya menggenggam tanganku dengan rasa hangat tiada banding seolah'Bagaikan salju yang di peluk api.'
"kai,kalau seandainya kamu udah gak cinta aku,tolong katakan dan jangan membuat aku seperti orang bodoh yang menginginkan cinta ini sedangkan kamu tidak."Ucapku kala itu saat ia selesai latihan band.
Kaisar tertawa kecil dan menatapku.
"emangnya kamu pikir aku gimana selama ini?,kurang sayang sama kamu?"Ucapnya dengan kekehan menyebalkan.
Aku bersekap dada"yaa mikir ajalah!dua hari yang lalu aku nungguin kamu di lapangan basket tempat biasa kamu latihan dan kamu gak dateng,padahal aku sampai basah kuyup gara-gara nungguin kamu-sialan!."Ucapku
Kaisar diam seketika dan menerawang jauh dua hari yang lalu itu dan ia menghela nafas"maaf gi,kak gema kecelakaan motor dan kebetulan ortu aku lagi di luar kota,yaa jadinya aku langsung kerumah sakit saat tahu kak gema kecelakaan.maaf gi"Ucap kaisar dengan penyesalan bahkan mengatupkan kedua tangan kearahku.
"serius kamu?!terus kak gema gimana sekarang?"Tanyaku dengan khawatir
"kak gema baik-baik aja sekarang,
kakinya cuma terkilir"
Aku menghembuskan nafas lega"syukurlah"Ucapku.
"woy kai lo di panggil Leon!!"Teriak salah satu temannya di atas balkon studio lantai tiga.
Aku dan kaisar sontak menoleh ke sumber suara itu dan kai menyahuti"iyaa!!"Teriaknya.
"aku ke leon dulu ya gi.kamu masuk aja ke studio bentar lagi hujan."Ucap kaisar
Aku mengangguk"udah sana,di tungguin Leon."Ucapku dan kaisar mengangguk.Sebelum kai pergi ia mencium keningku dan mengedipkan matanya dengan genit sebelum benar-benar memasuki studio dengan berlari kecil.Aku menatap punggung lebar itu dengan perasaan perih dan tercabik.
"padahal aku tahu kai,hari itu kamu pergi sama perempuan lain."
Aku seperti perempuan bodoh ya?pada nyatanya memang iya.Aku tahu kaisar terkadang membohongi ku alih-alih ada acara tongkronganlah,latihan bandlah dan lain-lainnya.Tapi yang membuat aku percaya kalau kaisar akan pulang kepadaku adalah bagaimana sikapnya yang selalu baik padaku walaupun terkadang menjengkelkan hingga rasanya aku ingin menendang bokongnya.Tapi jujur saja kaisar adalah satu-satunya lelaki atau orang yang selalu ada di saat aku terpuruk saat ayah menghardiku sebagai anak pembawa sial yang tahunya hanya membangkang.Orangtuaku bercerai lima tahun yang lalu,ibuku sudah bahagia di Australia dengan keluarga barunya,ayah pun sama sudah menikah lagi satu tahun yang lalu dengan teman kuliahnya dulu.Dan aku sendirian tinggal di kost yang tidak jauh dari rumah ayah dan terkadang juga aku menginap dirumah ayah.Istri baru ayah lumayan baik walaupun terkadang menatapku judes tapi dia tidak pernah berbicara kasar seperti ayah.
Kaisar tahu itu semua,tentang keluargaku dan kaisar selalu siap siaga memasang badan kalau ayah memukulku seperti kemarin saat aku pulang kerumahnya larut malam karena harus kerja part time tapi aku tidak memberi tahu ayah.
Untuk sejenak aku menatap sendu pada gelapnya langit sedikit memerah karena mendung malam ini.Aku merasakan kehampaan yang tiada ujung saat aku melihat sekeliling ku tidak ada siapa-siapa hanya angin yang dingin.Bagimana aku sendirian seperti kehilangan arah dan tak tahu mau kemana.Terkadang aku ingin lenyap saja walaupun mati dengan kehampaan tapi aku sadar kalau hidup pasti ada jalannya walaupun terkadang harus melewati lubang-lubang untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
Kasih tip buat penulis