As within, so beyond
“Saya tidak tahu senjata apa yang akan digunakan dalam Perang Dunia Ketiga, tetapi Perang Dunia Keempat akan menggunakan batu dan tongkat.” —Albert Einstein Tiga abad setelah kepunahan massal keenam menghancurkan segalanya, manusia kembali menjadi pengembara di tanah gersang yang tak berujung. Mereka bertahan dalam kelompok-kelompok kecil, berjuang melawan haus, kelaparan, dan kenangan yang membusuk. Sebagian berhasil merangkai kembali peradaban: kerajaan-kerajaan kecil muncul, kekuasaan lahir, dan dominasi pun tercipta. Namun, bayang-bayang masa lalu tak pernah benar-benar lenyap. Relik beracun dari peradaban lama serta makhluk-makhluk hasil mutasi yang menjelma folklor, siap menagih dosa yang telah lama terkubur. Di tengah dunia yang retak ini, Pebble—seorang penyamak kulit sekaligus pemburu amatir—berkelana demi bertahan hidup. Di balik setiap jejak kaki di pasir panas, ia mencari satu hal yang lebih berharga daripada nyawa: keberadaan kakaknya yang hilang tanpa jejak di tanah terbiar. Sebuah kisah tentang kelangsungan hidup, penebusan, dan pencarian di reruntuhan yang tak pernah diam.
