BAB 8 - PENGADILAN RAKYAT
Muhammad Ari Pratomo
Gedung itu bukan gedung pengadilan. Tapi hari itu, orang-orang berkumpul seolah sedang mengikuti sidang agung. Aula kampus hukum swasta di Jakarta Selatan dipenuhi mahasiswa, dosen, aktivis, dan wartawan independen. Tak ada hakim. Tak ada jaksa. Hanya rakyat yang ingin mendengar kebenaran dari mulut orang yang berani mengungkapnya.
Di tengah panggung kecil yang disulap jadi mimbar, berdirilah MuhammadAriLaw, sang pengacara rakyat, dengan wajah tegas dan suara mantap.