EXTRA PART 21
“Jujur sama gue, Yan, lo tuh sebenernya meskipun nggak kerja tetep bisa hidup, hidupin gue, dan anak-anak kita nanti, kan?”
“A a a.” Tangan kanannya terangkat, dia menatapku dengan ekspresi seperti dosen super serius yang sedang berusaha mengoreksi kesalahanku. Laptop dipangkuannya yang tadinya terbuka sekarang tertutup. “Sadar dulu kalau ada yang salah sama kalimatmu, baru kita lanjut obrolannya.”
