EXTRA PART 19

“Ni? Tumben?” Ibu mengernyitkan kening ketika muncul di dapur di saat aku sedang berkutat dengan proses memasak. “Jam berapa ini? Masak buat siapa? Ada angin apa?”

Rentetan pertanyaan itu tentu saja membuatku tertawa dan menghentikan aktivitas sejenak dari mengupas wortel. Sambil mengusap kening dengan lengan, aku menatap Ibu geli. “Ibu pasti seneng dan bangga kalau tau jawabannya.” Tawaku lepas melihat Ibu mencibir sambil mendekat, berkacak pinggang menilai semua alat dan bahan di meja dapur ini. “Aku mau masakin calon suamiku dong, Bu. Mau masakain calon menantu kesayangan Ibu. The one and only, Gyan.”

Bayar dan baca cerita versi lengkapnya — kurang lebih ada 1,788 kata

Login untuk bayar dan baca cerita ini

Scan dan bayar pakai QRIS sekarang

qris