Chapter 14
Rian mematung, amplop hitam itu masih di tangannya. Hanya foto, tulisan singkat, dan sebuah pesan yang lebih kejam dari ancaman—sebuah pernyataan bahwa mereka selangkah di depan.
Jery berjalan mondar-mandir di dalam kamar kos Dinda, matanya memindai setiap sudut. “Rian… ini udah nggak main-main lagi. Mereka bener-bener nyentuh zona pribadi lo. Dinda udah di tangan mereka.”
